Universitas Ivet Semarang Tarik Mahasiswa KKN: Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Circular Economy di Kendal Berakhir

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ivet Semarang secara resmi ditarik dari Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Kamis,…

Universitas Ivet Semarang Tarik Mahasiswa Kkn Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Circular Economy Di Kendal Berakhir

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ivet Semarang secara resmi ditarik dari Desa Tampingan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, pada Kamis, 12 Februari 2026. Penarikan ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa selama satu setengah bulan, yang diwarnai dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya yang berfokus pada konsep circular economy atau ekonomi sirkular. Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan kampus yang berdampak positif bagi masyarakat.

Penarikan Mahasiswa KKN dan Apresiasi dari Desa

Acara penarikan yang berlangsung di balai desa setempat dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat Desa Tampingan, tokoh masyarakat, dan seluruh mahasiswa peserta KKN. Suasana haru sekaligus penuh keakraban mewarnai acara tersebut, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat desa selama masa KKN.

Perangkat Desa Tampingan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi mahasiswa KKN Universitas Ivet Semarang. Kehadiran mahasiswa dinilai membawa angin segar bagi desa, tidak hanya membantu pelaksanaan program-program desa, tetapi juga menumbuhkan semangat baru di kalangan masyarakat. Program yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis daur ulang dan pemanfaatan barang bekas menjadi perhatian khusus, karena dinilai relevan dengan kebutuhan desa dan memberikan pemahaman baru kepada masyarakat.

Program Unggulan KKN: Fokus pada Circular Economy dan Digitalisasi UMKM

Selama masa KKN, mahasiswa Universitas Ivet Semarang melaksanakan berbagai program kerja yang dirancang berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan masyarakat Desa Tampingan. Salah satu fokus utama adalah edukasi lingkungan hidup dan penerapan prinsip circular economy. Mahasiswa aktif memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, memilah sampah, dan mendaur ulang limbah menjadi barang yang bernilai ekonomis. Mereka juga terlibat dalam pembuatan sarana pemilahan sampah di beberapa titik strategis di desa.

Selain fokus pada lingkungan, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tampingan. Mereka membantu proses digitalisasi pemasaran produk UMKM melalui pembuatan konten promosi yang menarik, pemetaan lokasi usaha secara digital, dan pengenalan platform media sosial sebagai sarana pemasaran yang lebih luas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal dan memperluas jangkauan pasar mereka.

KKN Sebagai Wahana Pembelajaran dan Pengabdian

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menekankan bahwa KKN bukan hanya sekadar kewajiban akademik, melainkan juga wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa belajar memahami realitas sosial secara langsung, melatih kepekaan sosial, dan mengasah kemampuan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat. Pengalaman yang diperoleh selama KKN diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, DPL berharap agar hubungan baik dan sinergi yang telah terjalin antara Universitas Ivet Semarang dan Pemerintah Desa Tampingan dapat terus berlanjut di masa depan. Kerja sama yang telah dibangun selama KKN diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi yang berkelanjutan dalam program-program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Komitmen Universitas Ivet dalam Mendukung SDGs

Penarikan mahasiswa KKN dari Desa Tampingan menjadi momentum bagi Universitas Ivet Semarang untuk menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. KKN di Desa Tampingan diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa. Universitas berharap agar program-program yang telah dirintis selama KKN dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat desa secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan mendukung pembangunan desa ke arah yang lebih baik.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterIndra

Sorotan

Neo Patric Pangkep Tebar Kebaikan Ramadan Aksi Sosial Dan Silaturahmi Eratkan Komunitas
Neo-Patric Pangkep Tebar Kebaikan Ramadan: Aksi Sosial dan Silaturahmi Eratkan Komunitas
Komunitas motor Neo-Patric Pangkep, di bawah payung Pengurus Daerah HTCI Sultanbatara, menggelar serangkaian kegiatan sosial dan keagamaan selama bulan Ramadan,…
8 Maret 2026News
Perkuat Solidaritas Himpaudi Nunukan Gelar Buka Puasa Dan Bazar Ramadan
Perkuat Solidaritas, HIMPAUDI Nunukan Gelar Buka Puasa dan Bazar Ramadan
Kebersamaan dan semangat ukhuwah Islamiyah mewarnai acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia…
7 Maret 2026News
Bupati Barru Manfaatkan Momentum Nuzulul Quran Untuk Sampaikan Capaian Pembangunan Daerah
Bupati Barru Manfaatkan Momentum Nuzulul Qur’an untuk Sampaikan Capaian Pembangunan Daerah
Barru - Di tengah semarak Safari Ramadan, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., memanfaatkan peringatan Nuzulul Qur'an di…
6 Maret 2026News