JAKARTA – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) kembali memberangkatkan tim medis ke Aceh dalam rangka memperkuat misi kemanusiaan selama bulan Ramadan 1447 H. Pengiriman tim ini merupakan kelanjutan dari upaya tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada akhir tahun 2025 dan awal 2026. Empat relawan yang terdiri dari Arifin, Sutisna, Rajiun, dan Anwar Halim, diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat (20/2/2026) malam, menggunakan kapal KM Kelud menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
Pemberangkatan dan Koordinasi Tim Relawan
Perjalanan laut diperkirakan memakan waktu beberapa hari, dengan perkiraan tiba di Belawan pada Senin siang. Setibanya di Belawan, tim akan melanjutkan perjalanan darat menuju posko utama UAR di Aceh. Keempat relawan ini akan bergabung dengan 12 relawan UAR lainnya yang telah lebih dulu tiba di lokasi melalui jalur darat, setelah transit di Markas Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kehadiran tim medis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas UAR dalam memberikan pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial kepada masyarakat terdampak bencana, terutama selama bulan Ramadan.
Sekretaris Jenderal UAR, Muqarrobin Al Ayubi, menekankan bahwa pengiriman relawan pada bulan Ramadan ini merupakan wujud komitmen UAR untuk terus mendampingi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. Fokus utama tim relawan adalah penyediaan hidangan berbuka puasa dan sahur bagi masyarakat terdampak yang masih berada dalam masa pemulihan. Selain itu, tim juga akan melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) di berbagai lokasi di Aceh dan Sumatera Utara.
Prioritas Bantuan Ramadan: Pangan dan Hunian Sementara
Penyediaan pangan dan hunian sementara menjadi prioritas utama UAR dalam misi kemanusiaan Ramadan kali ini. Bencana banjir bandang dan tanah longsor telah menyebabkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Akibatnya, kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat berlindung menjadi sangat mendesak. UAR berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyediakan makanan siap saji untuk berbuka puasa dan sahur, serta membangun huntara yang layak huni.
Pada tahap awal, UAR bersama sejumlah mitra, termasuk Yayasan Astri Bakti Insani (ABI), Yayasan Matain, dan pendengar Radio Rasil, telah berhasil membangun delapan unit huntara untuk warga terdampak. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi UAR untuk terus meningkatkan jumlah huntara yang dibangun, sehingga semakin banyak warga yang dapat memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Kolaborasi dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF)
Untuk memperluas jangkauan bantuan dan meningkatkan efektivitas program, UAR menjalin kerjasama dengan Youth Excellence International Foundation (YEIF) dalam pelaksanaan program Ramadan tahun ini. YEIF merupakan organisasi yang fokus pada pemberdayaan pemuda dan pengembangan masyarakat. Melalui kerjasama ini, UAR berharap dapat melibatkan lebih banyak relawan muda dalam kegiatan kemanusiaan, serta meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat terdampak bencana.
Kerjasama dengan YEIF juga diharapkan dapat membantu UAR dalam mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan spesifik masyarakat terdampak, sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak. Selain itu, kerjasama ini juga membuka peluang bagi UAR untuk mengembangkan program-program jangka panjang yang berkelanjutan, seperti pelatihan keterampilan dan pendampingan usaha kecil, yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Harapan Masyarakat Aceh dan Komitmen UAR
Kehadiran kembali relawan UAR di Aceh pada bulan Ramadan ini disambut dengan sukacita oleh masyarakat setempat. Sebelumnya, banyak warga yang merasa kehilangan saat tim UAR mengakhiri misi tahap pertama dalam acara Tabligh Akbar di Masjid Darul Mukhlisin, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang pada awal Februari lalu. Kehadiran kembali UAR memberikan harapan baru bagi masyarakat Aceh yang tengah berjuang untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.
UAR menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Aceh hingga proses pemulihan berjalan optimal dan kehidupan warga kembali normal secara bertahap. Dengan semangat Ramadan dan komitmen kemanusiaan, UAR bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan. UAR menyadari bahwa proses pemulihan pasca bencana membutuhkan waktu dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, UAR mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, swasta, maupun individu, untuk bersama-sama bahu membahu membantu masyarakat Aceh dalam membangun kembali kehidupan mereka.




