Kajati Sulsel Tekankan Integritas dan Profesionalisme Jaksa dalam Kunjungan Kerja ke Kejari Pangkep

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, melaksanakan kunjungan kerja perdana ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkajene…

Kajati Sulsel Tekankan Integritas Dan Profesionalisme Jaksa Dalam Kunjungan Kerja Ke Kejari Pangkep

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, melaksanakan kunjungan kerja perdana ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkajene Kepulauan (Pangkep) pada Rabu, 8 April 2026. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi pertama Kajati Sulsel dengan seluruh jajaran Kejari Pangkep setelah menjabat selama lebih dari lima bulan di provinsi tersebut. Fokus utama kunjungan adalah penekanan pada pentingnya integritas, profesionalisme, dan pelayanan yang humanis bagi seluruh jaksa di wilayah hukum Pangkep.

Penyambutan dan Laporan Kondisi Kejari Pangkep

Kedatangan Kajati Didik Farkhan beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejari Pangkep, Jhon Ilef Malamassam, beserta seluruh staf. Rombongan Kajati turut didampingi oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulsel, Ny. Ery Didik Farkhan, Wakil Ketua IAD Wilayah Sulsel, Ny. Anyk Susiati Prihatin, dan Asisten Pembinaan, Dr. Abdillah, S.H., M.H.

Dalam kesempatan tersebut, Kajari Jhon Ilef Malamassam menyampaikan laporan mengenai kondisi terkini Kejari Pangkep. Ia menjelaskan bahwa satuan kerja tersebut diperkuat oleh 55 pegawai, terdiri dari 17 jaksa dan 38 tenaga tata usaha. Dari segi infrastruktur, Kejari Pangkep memiliki dua mess pegawai, masing-masing untuk putra (12 kamar) dan putri (6 kamar). Selain itu, dilaporkan pula bahwa penyerapan anggaran triwulan pertama telah mencapai 36 persen. Angka ini menunjukkan komitmen Kejari Pangkep dalam pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.

Arahan Kajati: Integritas, Profesionalisme, dan Pelayanan Humanis

Dalam pengarahannya, Kajati Didik Farkhan menekankan beberapa poin penting kepada seluruh pejabat dan pegawai Kejari Pangkep. Pertama, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak bersikap sombong dan tetap aktif terlibat langsung dalam proses persidangan. Ia secara khusus menyoroti pentingnya peran Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Subseksi (Kasubsi) dalam mengawasi dan membimbing jaksa-jaksa baru, terutama dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas penanganan perkara dan menghindari potensi kesalahan prosedur.

Lebih lanjut, Didik Farkhan menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial di era keterbukaan informasi. Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk menghindari perbuatan tercela yang dapat merugikan institusi, diri sendiri, maupun keluarga. "Kalian harus mampu menjadi sosok jaksa yang humanis atau ‘sombere’ dalam melayani masyarakat," tegasnya. Istilah "sombere" dalam budaya Makassar mengandung makna ramah, sopan, dan mudah bergaul, yang diharapkan menjadi karakter setiap jaksa dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Kajati juga memberikan atensi khusus pada penegakan hukum, khususnya dalam penanganan perkara korupsi. Ia menekankan bahwa penanganan perkara korupsi harus difokuskan pada kasus-kasus yang berkualitas dan berdampak langsung pada hajat hidup orang banyak. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberantas korupsi secara efektif dan memberikan efek jera bagi pelaku.

Apresiasi Inovasi dan Komitmen Kesejahteraan Pegawai

Di sisi lain, Kajati Sulsel memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah dilakukan oleh Kejari Pangkep dalam memaksimalkan program pelayanan Saksi Prima. Program ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para saksi yang memberikan keterangan di pengadilan. Kenyamanan saksi merupakan faktor penting dalam kelancaran proses peradilan dan pencarian kebenaran.

Terkait kesejahteraan pegawai, Kajati Didik Farkhan kembali menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program Zero Indekos di seluruh wilayah hukum Kejati Sulsel. Program ini bertujuan untuk menyediakan mess yang layak bagi seluruh pegawai kejaksaan, sehingga dapat mengurangi beban biaya hidup dan meningkatkan kinerja mereka. Penyediaan tempat tinggal yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meningkatkan motivasi kerja.

Dialog Interaktif dan Aspirasi Pegawai

Rangkaian kunjungan kerja diakhiri dengan sesi dialog interaktif antara Kajati Sulsel dengan seluruh pegawai Kejari Pangkep. Dalam sesi ini, Kajati mendengarkan langsung aspirasi serta kendala operasional yang dihadapi oleh para pegawai. Tujuannya adalah untuk memetakan solusi terbaik bagi kemajuan institusi kejaksaan di wilayah hukum Pangkep. Dialog interaktif ini menjadi wadah bagi para pegawai untuk menyampaikan keluh kesah, memberikan masukan, dan berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kinerja kejaksaan.

Kunjungan kerja Kajati Sulsel ke Kejari Pangkep ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kejati dan Kejari, meningkatkan integritas dan profesionalisme jaksa, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan penekanan pada integritas, profesionalisme, dan pelayanan humanis, diharapkan citra kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang adil dan berwibawa dapat semakin meningkat di mata masyarakat.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterIndra

Sorotan

Bau Busuk Dan Air Lindi Warga Bintang Lima Makassar Berjuang Tolak Tempat Pembuangan Sampah Darurat
Bau Busuk dan Air Lindi: Warga Bintang Lima Makassar Berjuang Tolak Tempat Pembuangan Sampah Darurat
Warga Kelurahan Tamangapa, khususnya di sekitar Jalan Bintang Lima, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami krisis akibat keputusan Pemerintah Kota (Pemkot)…
28 April 2026News
Kedaulatan Tergerus Lahirnya Negara Negara Zombie Di Panggung Geopolitik Global
Kedaulatan Tergerus: Lahirnya Negara-Negara Zombie di Panggung Geopolitik Global
Di tengah gemerlap peta dunia yang dipenuhi warna-warni negara berdaulat, sebuah fenomena mengkhawatirkan muncul: lahirnya negara-negara "zombie." Entitas politik ini,…
27 April 2026News
Barru Genjot Digitalisasi Daerah Asn Wajib Qris Pad Dikejar Potensi Desa Digali
Barru Genjot Digitalisasi Daerah: ASN Wajib QRIS, PAD Dikejar, Potensi Desa Digali
Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk menggunakan Quick Response Code Indonesian…
24 April 2026News