Moodys Warning atas Resiko Gagal Bayar, Dunia Usaha Perlu Credit Insurance
Moodys Warning atas Resiko Gagal Bayar, Dunia Usaha Perlu Credit Insurance

Asuransi Kredit memproteksi gagal bayar


Beberapa waktu yang lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta perusahaan-perusahaan Indonesia untuk waspada atas resiko gagal bayar.  Hal ini menindaklanjuti adanya laporan dari lembaga pemeringkat Moody's yang menyebut perusahaan Indonesia punya potensi besar gagal bayar (default).  

Apa yang disampaikan oleh Sri Mulyani adalah menjadi sebuah peringatan yang menjadi kewaspadaan bagi semua pihak akan pentingnya menjaga dan memperhatikan kesehatan perbankan ditengah ancaman krisis ekonomi global beberapa waktu ke depan. Namun demikian, imbaun dan penyampaian tersebut merupakan suatu assesment dan peringatan baik bagi kelangsungan dunia usaha.

Dalam industri asuransi, resiko gagal bayar adalah sebuah resiko yang menjadi momok yang paling menakutkan. Implikasi logis dan masif bisa berdampak dalam seluruh sendi kehidupan dalam sebuah perusahaan seperti produksi akan menurun, pendapatan akan turun hingga kehilangan keuntungan.

Lalu apa itu gagal bayar?

Istilah gagal bayar adalah suatu kondisi perusahaan tidak bisa bayar utang. Gagal bayar di sini diartikan bahwa perusahaan tidak bisa membayar utang karena kemampuan membayar utangnya jauh lebih kecil daripada utangnya.

Kondisi ekonomi yang seret membuat ekspor perusahaan-perusahaan di Indonesia ikut mengalami kemacetan (seret). Oleh karena itu, kemampuan membayar utangnya jadi menurun.

Di sisi lain, dampak atas laporan dan informasi dari lembaga pemeringkat Moody's yang mengatakan banyak perusahaan di Indonesia yang berpotensi gagal bayar (default) secara tidak langsung akan memberikan multiflier effect bagi ekonomi makro.  Sebab, rating investasi secara nasional akan mengalami penurunan karena dilaporkan oleh lembaga kredible. Jika investasi menurun, dilanjur dengan rating yang menurun, dipastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga terpengaruh. Akibatnya dampak yang timbul akan menjalar ke mana-mana.

Secara umum, apabila terjadi situa dimana perusahaan diperhadapkan pada kondisi utang gagal bayar, maka fenomena yang umum adalah akan timbul 2 respons, yakni reschedule atau default. Namun dibalik persoalan ini, seharusnya perusahaan bisa melakukan antisipasi dengan membeli asuransi kredit perdagangan.

Apa itu Asuransi Kredit Perdagangan?

Asuransi Kredit Perdagangan/Trade Credit Insurance  Adalah Produk Asuransi yang memproteksi Account Receivable (Piutang dagang) dari resiko tidak dapat tertagih (Non Payment) yang disebabkan oleh commercial risk maupun maupun political risk.

Sebagaimana diketahui, bahwa munculnya utang dalam perusahaan adalah hal yang lumrah dalam sistem transaksi pembayaran.  Perusahaan memiliki hubungan antara seller dan buyer dimana untuk posisi masing masing saling bergantungan. Dari sisi seller, menginginkan sales yang terus meningkat, dari sisi buyer ingin dapat kemudahan dalam mendapatkan barang dengan segala keterbatasan modal. Dengan adanya kepentingan tersebut maka timbul metode pembayaran tempo (pembayaran mundur yang diberikan oleh seller kepada buyer).

Dengan adanya pembayaran tempo yang diberikan seller kepada buyer, maka muncul resiko piutang yang tidak dapat tertagih yang disebabkan oleh berbagai hal seperti resiko bisnis(non/slow payment), resiko politik, bangkrut dan lain-lain yang mempengaruhi kewajiban buyer dalam membayar hutang dagang kepada seller.

Biasanya perusahaan selalu meng-asuransikan fix asset dan inventory (gedung, kantor, kendaraan, peralatan dan lain-lain) untuk memproteksi dari kerugian tak terduga.

Namun perusahaan lupa bahwa Piutang dagang adalah asset lancar yang bilamana tidak dapat tertagih (macet) bisa langsung mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam melaksanakan kewajiban jangka pendek seperti hutang bank atau hutang dagang.

Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK

Penulis: Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK

RISK MANAGEMENT & FINANCIAL Consultant, Founder of Knowledge Center
Graduated from Statistical Science, IPB, Post Graduated UI, working experience in Marketing Research Consultant, Banking, General Insurance,  Insurance Consulting and many area of Financial and Economic sector.


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Faktaterbaru

Faktaterbaru.com adalah media online Indonesia yang menyajikan fakta terbaru dari sebuah isu dan berita, baik di Indonesia maupun Seluruh Dunia.  Kebanyakan media online saat di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan para pakar dan ilmuawan dalam berbagai bidang Ekonomi, Sains,  Politik dan Sosial Budaya.  Faktaterbaru.com bukanlah yang pertama [...]

Facebook

Twitter