Fakta Penumpang Gelap Dibalik Aksi Demonstrasi Mahasiswa
Fakta Penumpang Gelap Dibalik Aksi Demonstrasi Mahasiswa

etiap gerakan dan aktivitas Mahasiswa sebagai generasi muda dibutuhkan pemikiran kritis sebagai kekuatan kontrol yang betul-betul murni sebagai suara rakyat


Fakta demontrasi.  Aksi demonstrasi mahasiswa, siswa dan kelompok demonstran lainnya kali ini ditengarai penuh dengan para 'penumpang gelap'. Hal ini sangat jelas terlihat dengan kasat mata maupun whats-up group yang beredar diantara para demonstran yang menuntut honor yang dijanjikan sebelumnya. Selain itu sangat telanjang pula bahwa dalam aksi mahasiswa kali ini, ada penggerak dibelakangnya yang anti pemerintah. 

Sebagaimana juga dikutip dari beberapa tokoh di media massa, maraknya aksi demonstrasi  saat ini penuh dengan nuansa politik kekuasaan  yang tidak terjadi tiba-tiba, tapi sangat berkaitan erat dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Peristiwa-peristiwa sebelumnya itu digoreng terus tiada henti-hentinya oleh sekelompok orang, mulai dari kecurangan KPU, Sidang Mahkamah Konstituasi, Panitia Komisioner KPK, Mobi Nasional, penetapan Menteri sebagai tersangka oleh KPK, isu Papua, penolakan ketua KPK, penolakan Revisi UU KPK, penolakan revisi KUHP, lalu muaranya adalah isu penolakan pelantikan Presiden. 

Peristiwa ini seolah-olah semua itu merupakan cerita Kho Ping Hoo berjilid-jilid yang tiada hentinya. Dan memang jika kita mau sedikit berpikir rasional, semua cerita tersebut bersambung satu sama lain, karena pengarang dan sutradaranya adalah kelompok yang sama, sebagai kelompok pembenci Pemerintah dan Jokowi yang tujuanya hanya ingin memecah belah dan mengacaukan bangsa.

Siapapun yang berada di garda terdepan, dan saat ini kebetulan yang dikedepankan adalah mahasiswa, sejatinya harus dihormati dan dihargai. Setiap gerakan dan aktivitas Mahasiswa sebagai generasi muda dibutuhkan pemikiran kritis sebagai kekuatan kontrol yang betul-betul murni sebagai suara rakyat, sebagaimana yang pernah terjadi di era akhir Orde Lama 1966, atau awal era reformasi 1998.

Akan Tetapi ntuk kali ini kita harus berpikir lebih cerdas lagi, karena dari hasil pengamatan redaksi dilapangan terlalu banyak penumpang gelap didalamnya, kemudian kalau kita mau berbaur didalamnya diantara rekan kita mahasiswa tersebut banyak sekali para tokoh cerita dimana di setiap episode selalu ada, bisa kita lihat dari sebagian atribut-atribut selain atribut yang dipakai mahasiswa, selalu ada simbol-simbol yang seolah-olah mengatasnamakan agama.

Apalagi kalau kita melihat aktor penggerak di setiap kampus, maka akan mudah sekali ditebak, siapa sesungguhnya yang sedang bermain. Bahkan baru-baru ini, seorang dosen tertangkap menyimpamn bom molotov dirumah yang akan digunakan untuk aksi demonstrasi.

Walaupun kita semua respek dengan gerakan mahasiswa sebagai power of control yang murni dan bersih, tapi utk kali ini mari kita saling mengingatkan, waspada dan hati-hati karena ada yang bermain dibelakangnya. Yang notabene tujuan akhirnya ingin membuat rusuh, ingin memecah belah bangsa, ingin menjatuhkan pemerintah, dan ingin menggagalkan Pelantikan Presiden dengan segala cara.

Seperti diketahui, demonstrasi mahasiswa marak diberbagai kota beberapa  hari terakhir. Berbagai aksi demonstrasi itu menuntut beberapa hal kepada pemerintahan Presiden Jokowi, seperti pembatalan revisi UU KPK, RUU Pertanahan, dan RUU KUHP.

Redaksi

Penulis: Redaksi

Redaksi senior Faktaterbaru, memiliki tulisan yang sudah tersebar di media massa nasional


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Faktaterbaru

Faktaterbaru.com adalah media online Indonesia yang menyajikan fakta terbaru dari sebuah isu dan berita, baik di Indonesia maupun Seluruh Dunia.  Kebanyakan media online saat di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan para pakar dan ilmuawan dalam berbagai bidang Ekonomi, Sains,  Politik dan Sosial Budaya.  Faktaterbaru.com bukanlah yang pertama [...]

Facebook

Twitter