Indikator Kejahatan dalam asuransi Kebongkaran, Perampokan dan Pencurian.
Indikator Kejahatan dalam asuransi Kebongkaran, Perampokan dan Pencurian.

Indikator Kejahatan dalam asuransi Kebongkaran, Perampokan dan Pencurian.


Hari Natal dan tahun baru akan segera tiba. Banyak pemudik yang akan bersiap-siap melakukan liburan atau sekedar menghabiskan sisa cuti akhir tahun 2018 ini.  Namun, di sela-sela hiruk-pikuk mudik dan liburan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai ketika sedang meninggalkan rumah, yaitu bagaimana meninggalkan rumah agar terhindar dari tindakan pencurian atau kebongkaran. 
 
Ada sebuah kasus, di mana sebuah rumah sekaligus kantor yang mungkin tidak dijaga telah dibongkar dan sekitar belasan unit komputer telah raib beserta alat-alat elektronik lainnya. Nilai kerugian sekitar 200-an juta rupiah.  Pintu dan kuncinya dirusak, kabel-kabel yang tertinggal dan beberapa kabel putus bekas dipotong. Mungkin sudah cukup membuktikan adanya perampokan/pencurian di rumah tersebut.
 
Kebetulan sekali, asuransi pencurian dan kebongkaran telah dibeli oleh pemilik rumah tersebut, sehingga kompensasi keuangan dari perusahaan asuransi untuk pemilik dapat cepat diterima, sesuai dengan jumlah kerugian yang terjadi. Dan operasional kantor di dalam rumah tersebut dapat dikembalikan seperti semula dalam waktu yang tidak terlalu lama. Thanks to insurance!
 
Namun, kejadian tadi kadang-kadang masih menyisakan tanda tanya, apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi? Mengapa setiap kali selesai liburan, ada saja kejadian serupa berulang? Bagaimanakah kita menempatkan perusahaan asuransi dalam rangka mengantisipasi kejadian seperti ini? Bukan untuk menghindar dari kerugian sejenis, tapi setidaknya bisa memberikan saran-saran konstruktif bagi tertanggung atau nasabah asuransi. Tentunya segala bentuk alat-alat keamanan atau sekuriti akan kita sarankan kepada nasabah. Juga metoda keamanannya sekaligus.
 
Tetapi selain hal-hal itu, secara teknis, bagaimanakah kita menyikapi permintaan asuransi pencurian atau kebongkaran atatu perampokan? Bagaimanakah kita ‘melihat’ tertanggung sebelum terjadi kerugian dan setelah terjadinya? Bagaimana kita mempelajari situasi kejadian itu sendiri?
 
Ada beberapa indikator terjadinya penggelapan/penipuan dari terjadinya sebuah kerugian perampokan/pencurian dalam asuransi perampokan/pencurian. Hal ini bisa dilihat dari si tertanggung sendiri, kondisi tertanggung sebelum dan sesudah terjadinya kerugian dan situasi kerugian itu sendiri.
 
Situasi dari tertanggung dan usaha serta bangunan milik tertanggung
 
- Tertanggung mempunyai nilai utang yang besar dan/atau berada dalam kesulitan keuangan,
- Status kepemilikan barang/properti yang tidak jelas,
- Sejumlah besar barang-barang yang tidak laku dijual (dalam keadaan jelek, rusak atau terlalu mahal),
- Operasional bisnis yang tidak menguntungkan atau tidak kompetitif lagi,
- Bangunan dan/atau isinya dalam proses penjualan,
 
 
Sikap/tingkah laku dari tertanggung sebelum terjadi kerugian
 
- Seringnya berganti-ganti perusahaan asuransi penanggung,
- Kenaikan atau sangat tingginya harga pertanggungan di atas kewajaran,
- Asuransi terhadap risiko-risiko yang tidak dapat dijamin,
- Penutupan asuransi gangguan usaha akibat kebongkaran/perampokan/pencurian yang baru saja terjadi,
- Pembayaran premi outstanding,
- Klaim-klaim terdahulu yang meragukan kebenarannya/keabsahannya,
 
 
Sikap/tingkah laku dari tertanggung sesudah terjadi kerugian
 
- Permintaan penyelesaian klaim yang sangat berlebihan, baik dalam kecepatan maupun besaran jumlahnya,
- Informasi yang tidak tepat dan benar, atau usaha-usaha lain yang jelas-jelas mengarah pada penggelapan/penipuan,
- Penolakan untuk membuat pernyataan tertulis; sebaliknya, lebih menyukai komunikasi melalui pembicaraan dan telepon dengan penanggung,
 
Keadaan dan situasi dari kerugian
 
- Penyebab kerugian/kerusakan tidak dapat ditentukan/dipastikan,
- Hilangnya semua catatan tertulis mengenai kerugian,
- Memberitahukan klaim sesaat setelah penutupan asuransi atau sesaat sebelum masa asuransi akan berakhir,
- Informasi yang tidak sama antara laporan kepada polisi dan perusahaan asuransi,
- Kurangnya saksi atau tidak dapat dipercaya,
 
 
 

Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK

Penulis: Ir.Lindur Siburian, ANZIIF, AAAIK

RISK MANAGEMENT & FINANCIAL Consultant, Founder of Knowledge Center
Graduated from Statistical Science, IPB, Post Graduated UI, working experience in Marketing Research Consultant, Banking, General Insurance,  Insurance Consulting and many area of Financial and Economic sector.


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Faktaterbaru

Faktaterbaru.com adalah media online Indonesia yang menyajikan fakta terbaru dari sebuah isu dan berita, baik di Indonesia maupun Seluruh Dunia.  Kebanyakan media online saat di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan para pakar dan ilmuawan dalam berbagai bidang Ekonomi, Sains,  Politik dan Sosial Budaya.  Faktaterbaru.com bukanlah yang pertama [...]

Facebook

Twitter