Profesi Petani Kenapa Tidak
Profesi Petani Kenapa Tidak


Saya kenal dengan juragan sayur mayur di Bogor bagian barat.  Rumahnya tepatnya di desa Tapos , kecamatan Tenjolaya Ciampea Bogor.  Usianya baru sekitar 46 tahun. Namanya  Mang Ujang.  Lelaki sunda asli Bogor. 

Bisnis utamanya adalah juragan sayuran. Mempunyai lapak di pasar induk Kemang Bogor.  Hampir setiap pagi, Mang Ujang ada di situ.  Beberapa kali sy diskusi di rumahnya yg megah di dalam kampungnya. Mungkin skt 3 M , nilai bangunan rumahnya. 

Selain berjualan sayur, mang Ujang juga menanam berbagai macam sayuran. Ada kacang panjang, caysim, jagung manis dll. Menggunakan cara inti plasma.  Mang Ujang hanya memodali petani2 nya yg setia.  Jumlah anggota petaninya skt 50 orang. Mereka tinggal di lingkungan desa yg sama. 

Ekonomi di desanya menggeliat tiap hari, krn usaha yg di rintis Mang Ujang ini. Ada kegiatan panen sayuran setiap hari.   Omsetnya bisa ratusan juta per minggu.  Keren pokoknya Mang Ujang ini.  Mahir memanage alam, manusia , dan tanaman2 .  Khususnya sayuran.. Juga tahan dg segala resiko kegagalan yg sering muncul. 

Background pendidikannya hanyalah SMA. Tapi sangat ahli di bidang agribisnis. Jual beli sayuran dan bertanam sayuran.  Profesi unik yg jarang di lirik mahasiswa IPB maupun alumninya.  Prediksi saya mang Ujang dg usahanya ini,  berpendapatan sk  80 juta/ bulan.   Jauh melebihi gaji para manajer , lulusan S-1. 

Belakangan ini, Mang Ujang tertarik juga kembangkan usaha budidaya ikan mas dan Nila.  Menggunakan kolam air deras yg banyak di bangun di lereng gunung Salak.  Volume usaha budidaya ikan juga mulai besar.  Bermitra dengan petani ikan di desanya. 

Pagi hari sampai jam 08.00 Mang ujang kontrok kolam2 ikannya.  Setelah jam 10.00 pergi ke pasar sayur di Bogor.  Nanti sore, menyempatkan menemui petani2 sayurnya. Mang Ujang tdk pernah pakai dasi, untuk bekerja.  Cukup pakai kaos dan celana sederhana.  Juga tdk bersepatu. Cukup sandal japit. 

Sebuah profesi unik yg banyak menggerakan ekonomi negeri ini,  tdk begitu populer bagi lulusan IPB.   Ratusan juta transaksi sayur mayur setiap hari, di sekitar kampus IPB,  mungkin mahasiswa tdk tahu. Demikian juga besarnya usaha budidaya ikan dan ayam potong di sekitar kampus,  mhs IPB tdk mengenalnya.  

Profesi unik sebagai pedagang sayur, petani sayur, pedagang pakan,  peternak ikan, peternak ayam,  pemotong ayam dan usaha yg berhubungan dg pertania - peternakan, jarang di kenalkan ke mahasiswa.  Mereka pun tdk tahu dan terus memburu profesi2 bersih yg bekerja di balik meja dan kantor2 ber AC.  Di perkotaan metropolitan. Meninggalkan desa2 nya. 

Jika sj, profesi tsb di kenal oleh mahasiswa, maka akan lahir generasi2 pintar, yg mau kontribusi membangun pertanian/peternakan di negeri ini.  Sudah saat nya perguruan tinggi membuka diri. Mau mengenalkan dunia pertanian praktis ke mahasiwa.  Jangan terlalu banyak berteori.

Redaksi

Penulis: Redaksi

Redaksi senior Faktaterbaru, memiliki tulisan yang sudah tersebar di media massa nasional


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Faktaterbaru

Faktaterbaru.com adalah media online Indonesia yang menyajikan fakta terbaru dari sebuah isu dan berita, baik di Indonesia maupun Seluruh Dunia.  Kebanyakan media online saat di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan para pakar dan ilmuawan dalam berbagai bidang Ekonomi, Sains,  Politik dan Sosial Budaya.  Faktaterbaru.com bukanlah yang pertama [...]

Facebook

Twitter