Trending Wisata 2020: Camping dan Glamping
Trending Wisata 2020: Camping dan Glamping

Tanpa disadari, saat ini diseluruh antero penjuru dunia kegiatan ber camping menjadi primadona


Fakta Wisata.  Mungkin anda pernah mendengar atau bahkan menonton langsung Film "Find Me"?.  Film ini menceritakan seorang pria kesepian melakukan perjalanan melalui taman nasional untuk mencari temannya yang hilang dalam drama karya sutradara Tom Huang. Dengan lokasi fotogenik alami seperti dalam film tersebut, gambar memberikan visual yang indah meskipun anggaran pembuatan film ini sangat minim.  Namun, karena menonjolkan pemandangan dan lokasi shooting memberikan hasil yang lebih terasa sebagai perjalanan alam daripada sekedar cerita dalam film ini. Tetapi di saat-saat terbaiknya, film Find Me, yang menampilkan pemeran yang beragam dan menyegarkan serta menampilkan adegan yang berkemah yang mengasyikkan.

Tanpa disadari, saat ini diseluruh antero penjuru dunia kegiatan ber camping menjadi primadona.  Bahkan di Amerika Serikat, wisatawan mulai kesulitan memesan tempat untuk camping maupun glamping. Fenomena ini ke depan juga bakal menjalar ke Indonesia. 

Menurut penelitian dari sebuah lembaga riset Kampgrounds of America (KOA), berkemah semakin populer dan bakal digemari para wisatawan diseluruh dunia tak terkecuali di Indonesia.  Di Amerika misalnya, sejak 2014, wisata berkemah meningkat 22 persen atau sekitar 7 juta keluarga di Amerika Serikat gemar berwisata kamping. Angka ini melonjak tiga kali lipat pada masa mendatang. Penyebabnya, menurut KOA, selain populasi yang meningkat, juga karena antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan di luar ruangan serta adanya kebosanan atas wisata rutinitas sebelumnya yang mengandalkan gedung, hotel dan lain-lain.

Yang menjadi pertanyaan dan sangat mengejutkan betapa cepatnya generasi muda menyukai kegiatan berkemah ini. Saat ini sebagaimana kita tahu bahwa generasi milenial akan membesar. Karena mereka telah memantapkan karier mereka dan memulai keluarga mereka sendiri maka wajar saja jika mereka mencari kegiatan yang mencerminkan gaya hidup aktif mereka dan berkemah berperan dalam hal ini menjadi jawaban.

Pertumbuhan pesat dalam segmen wisata luar ruangan ini, peminatnya juga kian beragam. Pada 2018, peserta perkemahan baru berasal dari kelompok multikultural.  Kelompok-kelompok etnik ini mendorong peningkatan wisata berkemah ini. Mereka membiasakan wisata luar ruangan kepada anak-anak mereka. Kebiasaan ini mendorong keluarga-keluarga baru Hispanik yang memilih berlibur dengan berkeman. Baik dengan cara glamping maupun dengan kamping dengan mobil (Camp RV).  Pada umumnya, mereka ingin berkemah memilih glamping, van, dan kendaraan. Namun umumnya mereka menghindari berkemah secara tradisional di hutan.

Adapun pendorong wisata camping ini adalah dorongan dari media sosial dianggap sebagai pendorong utama wisata berkemah ini. Mereka melihat foto-foto menikmati api unggun, makan di luar ruangan, dan berkumpul bergembira. Kamping menggantung di dinding sebuah tebing batu. Banyak petualang yang mecari hal-hal yang menantang dan memacu ardenalin mereka. 

Di Indonesia, wisata glamping juga mulai populer. Untuk mendorongnya, memang butuh media sosial atau bahkan pembuatan film menajdi salah satu media. 

Pemerintah sejatinya juga sudah harus mempersiapkan sarana dan prasaeana untuk kegiatan camping ini. Salah satu tempat wisata camping yang ditengarai sangat pas adalah di Danau Toba.  Di tempat ini, kita bisa menikmati senja yang jingga.

Redaksi

Penulis: Redaksi

Redaksi senior Faktaterbaru, memiliki tulisan yang sudah tersebar di media massa nasional


Iklan Tengah Detail Foto Berita 665x140px

Berita Terkait

Form Komentar



Masukan 6 kode diatas :

huruf tidak ke baca? klik disini refresh


Komentar Via Facebook



Profil Faktaterbaru

Faktaterbaru.com adalah media online Indonesia yang menyajikan fakta terbaru dari sebuah isu dan berita, baik di Indonesia maupun Seluruh Dunia.  Kebanyakan media online saat di bangun dari perusahaan besar atau di bangun oleh orang-orang media , Tetapi kami adalah sekumpulan para pakar dan ilmuawan dalam berbagai bidang Ekonomi, Sains,  Politik dan Sosial Budaya.  Faktaterbaru.com bukanlah yang pertama [...]

Facebook

Twitter